Universitaas Wahid Hasyim

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, September 1, 2018

Kau Lupa Membawa Cintamu



Jika dengan Tuhan aku berpuasa
Maka denganmulah aku berpuisi”

Mentari mulai surut, kakiku enggan sekali beranjak pergi. Aku masih menikmati segelas susu hangat yang baru saja aku pesan. Bersamaan dengan air mata yang masih betah bergelantungan di pipiku.

“Soal cinta?” Sapa seseorang di sampingku.
Aku memandang sekilas, berambut acak-acakan, kumis tipis dan janggut tipis. Dia tersenyum sinis lalu menghembuskan asap rokoknya.

“Kau tahu?” Ucapnya sambil memandangku serius, “aku akan jadi suamimu kelak!” Lanjutnya dengan nada serius dan tatapan tajam.

Aku masih terdiam membisu, siapa dia beraninya meramalkan hal bodoh seperti itu. Lagi pula kami memang tidak saling mengenal.
Mentari mulai tak menampakkan dirinya, lantas aku beranjak pergi meninggalkan orang yang tak ku kenal itu.

Aku terdiam membisu, mataku terpejam. Mengingat perkataan Dhani beberapa tahun lalu,

“Aku pergi untukmu Nin, aku tak akan mengkhianatimu. Pulang nanti akan ku lamar kamu. Percayalah padaku.”

Aku menghalang nafas, ku ambil kartu undangan pernikahan dari tas kecilku. Tertulis Dhani Prakasa dan Ayu Maulina. Aku kembali meneteskan air mata.

Beberapa bulan sebelum undangan itu berada di tanganku, dia masih sempat menggombal dan bercanda denganku lewat chatting. Aku yang terlalu bodoh atau dia yang terlalu jahat, hingga dia berani berkhianat.

Aku merebahkan tubuhku, berkali-kali aku memejamkan mata. Tapi nihil, aku bukannya tertidur malah terngiang perkataan pria di warung itu.

“Ting..” satu pesan masuk lewat WhatsApp.

“Hai calon istri, tidak bisa tidur karena putus cinta? Hidupmu terlalu serius, hahaha.”

“Kau siapa?” balasku

“Calon suamimu.”

Aku tidak tahu mengapa dia bisa mendapatkan nomorku, siapapun dia. Aku mulai penasaran dengannya.
--

Sebulan berlalu, aku tetap tidak bisa move on dari Dhani. Meski ku tahu dia sudah bahagia dengan istrinya sekarang. Aku sengaja tak datang di pernikahannya, karena aku terlalu takut berpisah dengannya. Bertahun-tahun aku mencintainya. Dan pada akhirnya, rasa pahit harus ku telan.

“Buk, susu hangat satu,” pesanku pada Bu Sum.

“Masih suka aja sama susu, sekali-kali nyoba kopi. Dijamin ketagihan,” ucap pria waktu itu.

“Kok disini?” tanyaku heran.

“Aku kan calon suamimu, jadi dimanapun ada kamu, pasti ada aku juga."

“Sebenarnya kamu siapa sih?”

“Kenalakan! Aku Raka, penggemar puisimu.”

“Puisiku?”

“Iya, kamu terakhir berpuisi setahun lalu di blogmu. Jika dengan Tuhan aku berpuasa, maka denganmulah aku berpuisi. Dan sejak itu blogmu ngga pernah terisi, setiap hari aku melihat blogmu berharap ada pusismu lagi, tapi nyatanya kamu menghilang.”

“Sebulan lalu kamu chating aku, dapat nomor dari siapa? Dan kenapa juga setelah itu kamu menghilang dan sekarang muncul lagi.”

“Kamu ini, selain lucu, puitis, cantik, tapi pelupa juga. Kan di blog pribadimu ada nomor telpon dan alamat rumah.”

“Eh, masak sih?” tanyaku keheranan. Kamipun tertawa bersama.

Raka hadir tepat waktu, benar juga kata pepatah. Cinta akan datang tepat waktu. Berawal dari gombalnya yang receh itu, dia mulai meluluhkan hatiku. Rasa itu semakin hari semakin indah.
Setiap hari dia selalu menyapaku lewat chat whatsapp. Dan tak jarang dia mengajakku berkencan. Orangnya ramah, lucu, dan sederhana.

Senja mulai muncul, Raka menggandeng tanganku dengan mesra. Tak sengaja kami berpapasan dengan Dhani dan istrinya.

“Apa kabar Nin?” Sapanya.

“Baik,” jawabku singkat.

“Kenalkan, aku Raka. Calon suami Nindi, sebentar lagi kami akan menikah.”

“Wah selamat ya?”
--

Sebulan, dua bulan berlalu. Aku semakin mencintai pria yang dulu berambut acak-acakan itu. Setelah mengenalnya, aku menghidupkan blogku lagi. Dan setiap hari selalu ada puisi untuknya.

Hingga suatu hari, tiba-tiba dia menghilang tanpa jejak, persis sehari setelah dia melamarku. Nomornya tidak aktif, dan rumahnya kosong. Tiada siapapun yang ku kenal kecuali dia dan keluarganya.

Tiga bulan berlalu.

“Ting..” bunyi pesan masuk.

“Hai calon istriku, maafkan aku menghilang beberapa bulan ini. Kau baik-baik saja? Aku juga baik. Kau rindu aku? Aku juga. Hei calon istriku, beberapa bulan ini kamu tidak berpuisi untukku? Cintamu sudah hilangkah?”

“Kamu di mana Raka? Kenapa menghilang?”

“Aku tidak menghilang, aku ada kok. Aku ada di hatimu.”

“Raka aku serius!”

“Maafkan aku Nin, aku lupa membawa cintaku.”

“Maksudmu?”

“Sekarang kamu keluar rumah, di bawah ada adikku. Ikutlah dengannya.”

Aku segera berkemas dan turun tangga. Ku buka pintu rumah, ada Ressa sedang berdiri menungguku.

“Raka di mana?”

“Ikutlah aku kak, kak Raka ingin bertemu denganmu.”

Aku berjalan di samping Ressa dan naik mobil sedannya.

“Kita ke mana?”

“Ketemu kak Raka. Kak Raka sering cerita tentang kakak, sejak dia membaca puisi kakak. Waktu dia chat kakak untuk pertama kalinya, itu karena aku yang menyuruhnya. Tapi setelah itu penyakit dia kambuh, dan menghilang selama sebulan. Dan setelah itu dokter bilang bahwa dia sembuh total. Kemudian, kak Raka memberanikan diri lagi untuk mendekati kakak. Tiga bulan lalu, penyakit itu kambuh lagi. Dan tiba-tiba kak Raka menghilang. Maafkan aku kak,” ucapnya sambil menangis. Aku masih terdiam membisu tak mengerti.

Aku melangkah di samping Ressa, melewati beberapa nisan. Perasaanku sudah tidak enak. Dan sejak dari tadi air mataku mengucur. Ressa berhenti melangkah, dan di sana tertulis nama seseorang yang akhir-akhir ini ku tulis namanya dalam puisiku. Raka Sanjaya.

Aku terjatuh di atas pusarannya, terdiam dan hanya meneteskan air mata. Seseorang yang bisa membuatku move on, lupa membawa cintanya.

-Dian

Wednesday, July 4, 2018

PUPUS


Angga menarik tanganku dengan erat, menatap dengan tajam, dan tersenyum manis kearahku. Aku mengikutinya dari belakang. Melewati semak belukar, dan hamparan sawah.

Kami terdiam sejenak melepas lelah, lantas tertawa bersama. Mentertawai diri sendiri, karena sering berhenti. Awan putih selalu mengikuti kami. Mengerti sekali bahwa hari ini, aku ingin bersamanya. Setelah sebulan kami tidak pernah bertemu.

"Na, kita hampir mau sampai."

"Oh ya?" Jawabku tersenyum lebar.

Angga semakin menggenggam tanganku dengan erat, dimana kaki melangkah Angga selalu menarikku. Seperti tak ingin dilepaskannya.

Tiba-tiba Angga menutup mataku, lalu menuntunku naik keatas bukit. Membuka telapak tangan yang menutup tanganku.

"Na, lihatlah," ucapnya. Aku menganga melihat pemandangan indah di depan mataku, air mataku menetes.

"Na, mau kah kamu menjadi pacarku?" ucapnya.

Lidahku kelu, aku semakin deras meneteskan air mata.

"Kok nangis?"

"Ngga? Kenapa baru sekarang? Kenapa baru sekarang kamu bilang?"

"Maksudmu?"

"Kenapa kamu baru bilang setelah dia hadir di kehidupanku? Kenapa Ngga?"

"Aku ngga ngerti Na! kenapa?"

"Tadi malam, ada pria meminangku."

"Kenapa kamu ngga cerita?"

"Aku kira, kita hanya sahabat selamanya. Kamu ingat Ngga? Dua bulan lalu kita mendaki dan kamu bawa teman SD mu? Ingat Ngga?"

"Jadi dia Na?"

"Kamu mencintainya?

"Aku kira, hanya Anton yang suka dengan ku. Aku menyukaimu sejak kita berteman. Tapi kamu tidak pernah melihat itu, setiap hari kamu cerita tentang pacar-pacarmu itu. Aku hanya diam dan menyembunyikan perih. Kenapa baru sekarang kamu bilang itu ke aku Ngga?" Aku menangis tersedu, ntah harus bagaimana aku. Senang ataukah sedih.

Angga membalikan badan, lantas terduduk lunglai. Menundukkan kepalanya, mengusap air matanya.

"Maafkan aku Na, aku tidak pernah memperhatikanmu hingga kamu dekat dengan pria lainpun aku tidak tau. Maafkan atas kebodohanku ini Na!"

***
(bacanya sambil dengerin lagu pupus ya??)

Thursday, June 28, 2018

Cara Membuat Permainan Komputer Dengan PowerPoint


Langkah

  1. 1
    Bukalah Microsoft PowerPoint.
  2. 2
    Buatlah presentasi baru dan kosong dengan menekan Ctrl-N.
  3. 3
    Pastikan tata letak salindia pertama adalah salindia judul.
  4. 4
    Di kotak judul, berikan nama untuk permainan ini.
  5. 5
    Di kotak subtitle, tuliskan "Klik Di Sini".
  6. 6
    Ciptakan salindia baru dengan judul dan teks dengan mengeklik Insert->New Slide.
  7. 7
    Sorotlah "Click Here" dan hubungkan ke salindia 2 dengan cara memilihnya lalu klik kanan dan memilih go to hyperlink.
  8. 8
    Sebuah kotak akan muncul. Pilihlah Place in This Document, pilih judul salindia, lalu salindia 2.
  9. 9
    Ciptakan sebuah skenario untuk salindia ini serta pilihan untuk menangani skenario. Misalnya, salindia 2 memiliki teks berikut: Anda tersesat di gurun, apakah Anda:
    • Mencari air.
    • Membangun istana pasir.
    • Menembak unta.
    • Tidak melakukan apa-apa.
  10. 10
    Sorotlah setiap pilihan dan hubungkan mereka ke salindia lain yang berisi skenario baru. Skenario baru tersebut akan menyajikan konsekuensi/tindakan yang dipilih oleh pemain. Akan ada pilihan yang salah dan pilihan yang tepat.
  11. 11
    Lanjutkan rantai salindia yang terhubung sampai Anda tiba di hasil akhir. Jika pemain sering memilih pilihan yang salah, salindia akan menampilkan teks misalnya: "Anda Kalah". Pilihan yang selalu benar akan menyebabkan salindia untuk menampilkan teks misalnya: "Selamat anda menang!"

Tips

  • Setelah selesai, pergi ke bagian bawah layar PowerPoint dan tekanlah tombol yang terlihat seperti layar. Mainkan permainan ini dalam modus tampil salindia.
  • Bersabarlah, permainan yang seru membutuhkan waktu dan usaha. Luangkan waktu untuk memikirkan plot yang menarik atau lucu. Dalam permainan seperti ini, plot merupakan faktor kunci dalam menentukan apakah orang akan memainkannya, karena permainan tidak memiliki fitur-fitur seperti program permainan video. Jika plot cukup baik, orang lain bahkan tidak akan peduli mengenai fitur permainan.
  • Anda dapat membuat salindia lain dengan menekan ctrl+m.
  • Gunakan Control Toolbox dalam PowerPoint untuk menambahkan objek seperti tombol dan kotak input, kemudian gunakan Visual Basic untuk menambahkan beberapa fitur keren pada permainan.
  • Ini adalah cara yang cocok digunakan untuk merancang program permainan video. Gunakan cara ini untuk menceritakan alur permainan, lalu mintalah teman dan keluarga Anda memainkannya. Kelanjutan atau rancangan ulang permainan akan berdasarkan respon mereka.
  • Alih-alih menggunakan PowerPoint, gunakan OpenOffice Impress. Aplikasi ini pada dasarnya adlaah versi gratis dari PowerPoint. Anda masih dapat membuat tautan, namun OpenOffice Impress memeiliki fitur untuk mengekspor hasil karya Anda menjadi berkas SWF (yaitu berkas Flash Shockwave seperti kebanyakan permainan internet) sehingga Anda dapat mengunggahnya ke internet dan memasangnya di situs web Anda untuk dimainkan oleh siapa saja lewat peramban mereka.
  • Tambahkan gambar, warna, efek suara dan bahkan film untuk membuat permainan ini menarik bagi penggila permainan.
  • Setelah selesai, bagikan permainan ini pada teman-teman atau keluarga. Mereka akan bertanya-tanya bagaimana cara Anda membuatnya.

Peringatan

  • Jika Anda menggunakan PowerPoint 2007, pastikan Anda menguji permainan dengan banyak melakukan klik.
  • Beberapa genre permainan bisa menyinggung orang lain. Berhati-hatilah

artikel from  https://id.wikihow.com/Membuat-Permainan-Komputer-Dengan-PowerPoint

Wednesday, June 27, 2018

Teknologi Informasi dan Komunikasi


1. Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.

2. Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri.

3. Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari.

4. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.

5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.
Dengan melihat isi dari kurikulum tersebut, kita harus mengintegrasikan TIK dalam proses belajar mengajar di sekolah bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. Melihat kondisi TIK pada saat ini dan perkembangannya di masa datang, kita harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan TIK di sekolah. Jika kita tidak memulainya sekarang maka sekolah sebagai salah satu institusi pendidikan selain sekolah yang berada dibawah Depdiknas akan tertinggal oleh sekolah lain. Jika ini terjadi, usaha kita akan semakin berat untuk mensejajarkan sekolah dengan sekolah lain. Di satu sisi, kita sedang berusaha mengejar ketertinggalan dalam mata pelajaran khususnya MIPA dan BahasaInggris, di sisi lain TIK akan membuat kita tertinggal semakin jauh. Mengamati Program Pengembagan TIK yang dilakukan Depdiknas Untuk mengejar ketertinggalan pemanfaatan TIK di sekolah dari negara lain, saat iniDepdiknas mempunyai program pengembangan TIK secara besarbesaran. 

 

Ada tiga posisi penting di Depdiknas dalam program pengembangan TIK, yaitu:

1. Bidang kejuruan, TIK menjadi salah satu jurusan di SMK. Pengembangan TIK secara teknis baik hardware dan software masuk dalam kurikum pendidikan. Dibentuknya ICT center di seluruh Indonesia. Untuk menghubungkan sekolahsekolah di sekitar ICT center dibangun WAN (Wireless Area Network) Kota.

2. Pustekkom, sebagai salah satu ujung tombak dalam pengembangan TV pendidikan interaktif, Elearning dan ESMA. Program ini bertujuan untuk mempersempit jurang perbedaan kualitas pendidikan antara kota besar dengan daerah.

3. Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional), bertujuan untuk mengintegrasikan kedua program di atas agar terbentuk sebuah jaringan yang menghubungkan semua sekolah di Indonesia. Sehingga diperkirakan di masa depan semua sekolah di Indonesia akan terkoneksi dengan internet. Melihat program yang diadakan oleh Depdiknas kita bisa memanfaatkan fasilitas tersebut karena bersifat terbuka.
Pengembangan TIK di Sekolah secara Mandiri

Kita belum terlambat untuk mempersiapkan diri dalam penguasaan TIK sebagai media pembelajaran di sekolah. Mulai saat ini pihak sekolah dan Majlis Sekolah harus membuat sebuah program pengembangan TIK secara menyeluruh. Ada beberapa poin untuk membuat suatu perencanaan pengembangan TIK, diantaranya:

1. Mempersatukan visi dan misi pengembangan TIK yang ingin dicapai antara Kepala sekolah, guru dan majlis sekolah.

2. Pembentukan Komite Teknologi (Organisasi Labkom) yang mandiri

3. Mengidentifikasi infrastruktur lembaga, baik hardware, software maupun sistem dan jaringan yang sudah dimiliki

4. Penentuan hardware dan software yang akan digunakan atau dikembangkan.

5. Mengidentifikasi SDM yang dimiliki

6. Menentukan bentuk pelatihan penguasaan TIK baik untuk guru dan staf lainnya.

7. Adanya Time schedule yang jelas untuk pencapaian program

8. Penentuan Investasi yang diperlukan secara berkala tiap tahun

9. Mengidentifikasi perkembangan software dan kurikulum baru

10. Mengadakan revisi perencanaan disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.

Dengan perencanaan yang matang, kita bisa mengembangkan TIK secara bertahap di sekolah agar tidak tertinggal dari sekolah lain. Program yang dibuat haru dilaksanakan secara berkelanjutan meskipun terjadi pergantian kepala dan majilis sekolah. Pemanfaatan TIK Sebagai Media Pembelajaran TIK bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kombinasi dari hardware dan software.Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran yaitu hardware dan software yang tersedia dan jenis metode pembelajaran yang akan digunakan. Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya:

1. Presentasi

Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, dengan menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan sekarang biasanya menggunakan sebuah komputer/laptop dan LCD proyektor. Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan film, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang kita sampaikan. Software yang paling banyak digunakan
untuk presentasi adalah Microsoft Powerpoint. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan presentasi, diantaranya:

a. Jangan terlalu banyak tulisan yang harus ditampilkan.

b. Tulisan jangan terlalu kecil karena harus dilihat oleh banyak siswa.

c. Perbanyak memasukkan gambar dan animasi

d. Usahakan bentuk presentasi yang interaktif.

2. Demonstrasi

Demontrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas, misalnya eksperimen. Kita bisa membuat suatu film caracara melakukan suatu kegiatan misalnya cara melakukan pengukuran dengan mikrometer yang benar atau mengambil sebagian kegiatan yang penting. Sehingga dengan cara ini siswa bisa kita arahkan untuk melakukan kegiatan yang benar atau mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut.

Cara lain adalah memanfaatkan media internet, kita bisa menampilkan animasi yang berhubungan dengan materi yang kita ajarkan (meskipun tidak semuanya tersedia). Sebagai contoh untuk menampilkan arah vektor dari perkalian silang kita bisa mengakses internet dengan alamat

RightHandRule/RightHandRule.html

3. Virtual Experiment

Maksud dari virtual eksperimen disini adalah suatu kegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer. Anak bisa melakukan beberapa eksperimen dengan memanfaatkan software virtual eksperimen misalnya Crocodile Clips. Software ini bisa didownload di
http://www.crocodileclips. com/s3_1.jsp , tetapi kita harus register dulu untuk mendapatkan active code yang berlaku untuk satu bulan.

Metode ini bisa digunakan jika kita tidak mempunyai laboratorium IPA yang lengkap atau digunakan sebelum melakukan eksperimen yang sesungguhnya.

4. Kelas virtual

Maksud kelas virtual di sini adalah siswa belajar mandiri yang berbasiskan web, misalnya menggunakan moodle. Pada kelas maya ini siswa akan mendapatkan materi, tugas dan test secara online. Kita sebagai guru memperoleh kemudahan dalam memeriksa tugas dan menilai hasil ujian siswa. Terutama hasil ujian siswa akan dinilai secara otomatis.
Sebenarnya banyak bentuk pemanfaatan TIK lainnya yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar. Tetapi semua itu tergantung kepada kita bagaimana cara memanfaatkannya.
from http://wulandaricaroline123.blogspot.com/2013/06/tik.html

Wednesday, June 13, 2018

Di Tengah Ribuan Jomblo

“Ping.. Ping.. Ping..” untuk kesekian kali BBM Sesha berbunyi. Tanpa memperdulikan handphonenya yang terus berbunyi, Sesha menatap cliennya dengan serius, mengamati setiap ucapannya.
“Coba kamu ulangi lagi, saya bingung dengan jalan ceritamu,” ucapnya serius.
“Kami dijodohkan oleh kedua orangtua kami. Sebagai anak yang ingin berbakti kepada kedua orangtua. Saya meng’iya’kan rencana mereka. Tanpa ragu saya menerima tawaran itu. Tapi,” dia menghentikan ceritanya, mulutnya kelu, air matanya mengalir deras. Sesha segera memeluknya.
“Kalau kamu tak sanggup, cukupkan saja!”
“Tidak! Saya akan tetap melanjutkan cerita ini, saya sudah terlalu menderita dengan keadaan ini.”
“Oke, lanjutkan ceritamu!”
“Kami belum menikah, status kami masih berpacaran. Malam itu hujan turun sangat deras, kami habis keluar malam layaknya pemuda jaman sekarang. Hujan itu mengharuskan kami untuk menepi, sayangnya tidak ada toko maupun rumah warga yang kami lewati. Semuanya hamparan sawah luas, kami sudah basah kuyup. Lima belas menit perjalanan, kami menemukan sebuah gubuk di tepi sawah, kami bermalam disitu. Dia berkata pada saya, akan menikahi saya dan lagi pula kami sudah dijodohkan. Dan,” clien itu kembali terisak, Sesha segera memeluknya dengan erat. Tanpa dilanjutkan Seshapun sudah tau apa yang terjadi pada malam itu.
“Sampai sekarang dia belum ada kabar!” lanjutnya.
“Kamu hamil?” tanya Sesha.
“Saya tidak hamil, tapi kehormatan saya sudah hilang. Apa yang harus saya lakukan? Saya malu,” tangisnya mulai keras.
“Takdir tidak bisa diubah, itu sudah menjadi kehendakNya. Kamu pasti bisa menangani masalahmu ini, ijinkan saya memberi sedikit masukan. Jujurlah pada kedua orangtuamu tentang hal ini, setelah itu kau ikhlaskan dia jika memang dia pergi meninggalkanmu. Dan satu lagi, jangan pernah berpacaran. Tumbuhkan dalam hatimu JOSH (Jomblo Sampai Halal). Suatu hari nanti, pasti akan datang pangeran yang siap menerimamu dengan apa adanya, bukan ada apanya. Dan kembalikan lagi urusanmu kepada yang memiliki skenario hidup.”. Clien itu menatap Sesha, terlukis senyum dibibirnya.
“Setidaknya, ucapanku ini sedikit membantu meringankan bebannya,” gumam Sesha.
Jalanan terlihat begitu sepi, jus orange yang tadinya penuh kini hanya tinggal setengah gelas. Jam menunjukan pukul 2.15 p.m.
“Telat 15 menit,” gumam Sesha sembari menaik turunkan jari telunjuk dilayar handphonenya,
“Al Qomariyah, beruntungnya kau!” gerutunya dalam hati, menatap dengan serius dilayar handphonenya.
“Kak Sesha ya? Maaf telat. Aku Rani kak, yang ingin berbagi cerita dengan kakak,” ucap seorang gadis berjilbab lebar yang terlihat matanya sembab, entah karena kurang tidur atau kebanyakan menangis.
“Oke, silahkan duduk dan ceritakan padaku,” jawab Sesha singkat.
“Pemuda itu datang ke kampusku kak, dengan dua temannya dia malu-malu menemuiku. Tak disangka, dia memberikan proposal ta’aruf  kepadaku didepan sahabatku. Waktu itu, aku bak seorang putri yang bertemu dengan pangeran gagah berani menerjang kemaksiatan,” ucap Rani tersenyum.
“Terus apa masalahnya?” tanya Sesha. Rani mencoba membetulkan posisi tempat duduknya dan bercerita kembali.
“Cerita kami seperti di novel islami best seller. Kami tidak mengenal istilah pacaran yang sedang dilakukan oleh kebanyakan gadis seusiaku. Bahkan tatap mukapun kami tidak berani.”
“Pasti sekarang kalian sudah menikah ya? Ah kamu ini Ran, bikin kakak baper saja,” sela Sesha. Rani hanya tersenyum menunduk dan menghelang nafas.
“Sudah dua minggu aku menggantungkannya tanpa ada kepastian. Sahabatku sering bertanya kapan jawaban itu ada. Dan apakah kamu tau kak, kejadian kemarin? Aku BBMin kakak tapi tak ada satupun yang kakak read, aku tau kakak waktu itu pasti sedang sibuk.”
“Kejadiana apa Ran?”
“Kemarin siang rencananya aku memberikan jawaban kak. Dia adalah kakak seniorku, sejak pertama kali aku masuk kuliah aku sudah menyukainya. Kejadian dua minggu lalu itu seperti mimpi karna kita tak pernah berkomunikasi, tapi dia memberikan proposal ta’aruf kepadaku. Sejak aku menerima proposal itu, aku melakukan sholat istikhoroh. Anehnya selama dua minggu tak ada jawaban apapun dari Allah kak. Kemarin tepat hari kedua minggu aku memberanikan diri untuk memberi jawaban iya. Tapi kak,” Rani menghentikan ceritanya. Nafasnya tersengal, air matanya menetes,
“Aku melihatnya melambaikan tangan kearahku, dengan tergesa dia lari kearahku menyebrang jalan. Kamu pasti tau yang terjadi kak!” Rani menatap tajam mata Sesha. Sesha hanya terdiam dengan mata berkaca-kaca.
“Dia, dia, dia,” tangisan Rani pecah. Dengan sigap Sesha memeluknya.
“Cukup Rani! Cukup!”
“Kak Sesha, Rani melihat kak! Darahnya banyak, darahnya banyak kak. Tubuhnya terbaring ditengah jalan, mukanya pucat, dan,” suara Rani serak, air matanya mengalir deras,
“Dan, matanya terpejam kak, dia tak bergerak. Aku bodoh kak! Aku tak bisa menolongnya, aku bodoh! Aku membiarkannya pergi begitu saja,” tangisan Rani tidak bisa dikontrol lagi,
“Maafkan Rani kemarin mengganggumu kak, Rani bingung mau cerita ke siapa lagi selain kakak. Dan maaf lagi kak, karena Rani telat limabelas menit. Tadi Rani ikut kepemakamannya dulu untuk melihat yang terakhir kalinya.”
“Tidak Rani! Seharusnya yang minta maaf itu kakak, karena kakak lebih mementingkan ego kakak. Rani tolong tatap mata kakak. Kamu gadis cerdas, kamu gadis sholihah. Hanya karna takdirNya kamu tumbang? Itu bukan kamu namanya! Kakak belajar banyak hal didiri kamu. Terutama tentang JOSH, kamu benar-benar gadis yang menginspirasi kakak. Ran, tetap bentangkan JOSH, dan ikhlaskan dia. Itu semua sudah menjadi rencanaNya. Kakak yakin, suatu hari nanti akan ada pemuda sholih yang bisa bangkitkan senyummu lagi. Ingat Ran, Allah tak pernah ingkar janji,” ucap Sesha memeluk Rani.
Sudah dua hari Sesha mendengarkan cerita sedih dari cliennya. Rasanya tidak adil sekali bagi Sesha, diapun punya segudang masalah tentang hatinya. Tapi dia mau berbagi cerita dengan siapa, selain dengan Allah. Tiba saja handphonenya berbunyi tanda pesan messanger masuk.
“Assalamu’alaikum, maaf mengganggumu Sesha. Saya butuh kamu untuk bersandar, saya clien jomblo kamu.” Pesan seorang akhwat. Tiba saja jantung Sesha berdebar, tak pernah dia merasakan perasaan ini sebelumnya. Dia seperti tersambar petir disiang bolong.
“Kita berteemu di kampusmu siang ini. Aku tunggu kamu pukul 2 p.m.” pesannya kemudian yang dikirim lewat messanger.
Sesha melangkah perlahan kearah akhwat yang memintanya untuk bertemu dikampusnya. Akhwat itu sepertinya sudah lama menunggu Sesha, tapi jam masih menunjukan pukul 1.45 p.m.
“Assalamu’alaikum, lama menunggu ya?” sapa Sesha terlihat kaku.
“Wa’alaikumsalam, Sesha?” jawab akhwat itu sembari memeluk Sesha,
“Kangen tauk sama kamu! Jahat kamu ya? Nglupain sahabatmu ini, taulah yang sudah jadi penterapi asmara, ciyeee,” goda akhwat yang berdiri didepan Sesha.
“Kamu mah lebay deh. Oh iya? Mau cerita apa?”
“Gini Sha,” ucapnya sembari duduk,
“Entah aku mau memulainya dari mana. Cinta itu gak bisa ditebak ya Sha? Aku kira aku bakal jatuh cinta dengan pemuda yang pandai baca Al-qur’an. Ternyata itu salah besar, aku malah jatuh cinta sama pemuda gondrong, berjanggut, dan berkumis.”
“Aku sudah membacanya di facebook! Aku sering stalking facebook kamu, baca-baca statusmu tentang JOSH, kegalauanmu tentang dua pemuda itu,” gumam Sesha dalam hati.
“Beri aku solusi Sha! Kok malah diem mulu.”
“Bukannya kamu seminggu lalu dikasih proposal ta’aruf sama kang Faikar ya?” tanya Sesha.
“Itu dia permasalahannya kenapa aku ngajak kamu ketemuan disini. Bantu aku dong Sha?”
“Minta bantuan sama Allah. Sholat istikhoroh.”
“Astaghfirullah, aku lupa Sesha! Alhamdulillah kamu ngingetin aku untuk sholat istikhoroh. Gak salah aku ngajak kamu ketemuan. Makasih ya Sesha,” ucapnnya memeluk Sesha.
Langkahnya semakin lama semakin hilang. Tatapan Sesha tertuju pada layar handphonenya.
“Beruntungnya kamu Al, dapatin proposalnya kang Faikar. Bahkan yang setiap kali hujan turun aku selalu menyebut namanya. Aku tak pernah mendapatkan perhatiannya, hanya sekedar senyumannyapun aku tak dapat,” Sesha menghelang nafas panjang.
“Aku Sesha, seorang penterapi asmara tapi tak bisa menterapi asmaranya sendiri. Aku Sesha, seorang jomblo yang berdiri ditengah ribuan jomblo.”

Cerpen juara I pada event yang diadakan UT Penang 2016 lalu.

Kacamata Dari Ayah



"Di, ini uang dari ayahmu. Beliau kasihan lihat kamu pakai kacamata retak seperti itu."

Aku langsung melepas kacamataku, memandangnya. Memang ada retak, bahkan tangkai kacamatanya sudah sering ku tambal.

"Uang empat ratus ribu. Kata ayahmu khusus buat membeli kacamata."

"Iya bu, nanti Dira bilang terimakasih sama ayah."

Selepas sholat Maghrib dan buka puasa. Aku berterimakasih kepada ayah. Meminta ijin bahwa besok uangnya akan langsung dibelikan kacamata yang baru.

Aku meminta tolong Aska kekasihku untuk mengantarku ke optik. Meski jarak kita jauh, tapi dia dengan senang hati mau mengantarku. Setelah berpamitan kami pun pergi.

"Kamu pengen kacamata yang kaya apa Di?"

"Yang biasa aja Ka, yang penting nyaman."

Kami menghabiskan waktu perjalanan dengan mengobrol hingga jarak yang jauh tak terasa. Sesampainya di optik aku dibantu Aska memilih kacamata yang pas untuk ku pakai.

"Apapun yang dipakai kamu pasti cantik Di."

Aku memukul lengannya, tatkala karyawan optik memandangi ku dan Aska. Bukan aku tak mau di puji seperti itu, tapi aku malu jika di tempat umum seperti ini.

"Kok malah mukul," ejeknya sambil tertawa. Aku hanya terdiam tak menjawab.

Setalah selesai memilih, aku masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa mataku. Minusku tidak bertambah dan tidak berkurang. Aku dan Aska harus menunggu 2 jam untuk mengambil kacamata tersebut.

"Jalan-jalan dulu aja yuk, sekalian nyari tempat buat buka nanti," ungkap Aska. Aku hanya mengangguk daripada kelamaan menunggu di optik.

Aku diajak mengelilingi kotanya Aska, rumah kami memang jauh. Ada jarak ratusan kilometer memisahkan kami. Setelah berkeliling dan menemukan tempat, kami kembali ke optik untuk mengambil kacamata.

"Cantik," puji Aska tatkala aku memakai kacamata yang baru.

Aku sangat berhati-hati dengan kacamata baru yang uangnya dari ayah hasil keringatnya bekerja. Aku tersenyum sendiri mengingat pengorbanan ayah.

Aska memacu motor dengan pelan. Tak disangka dari arah berlawanan sebuah motor berpacu sangat kencang hingga menabrak motor yang kami naiki. Aska terpental ke pinggir jalan. Sementara aku terseret jauh.

Aku merasakan kram si sekujur tubuh. Ada banyak lumuran darah dari tubuhku, aku tidak tahu mana yang luka. Yang aku tau aku berlumuran darah. Banyak orang menghampiriku. Aku digendong oleh bapak paruh baya.

"Kacamataku, tolong!" Teriakku sebisa mungkin.

"Kacamata dari ayahku!" Aku kembali berteriak seraya menangis.

"Kacamataku tolong carikan pak! Itu dari ayah," aku meminta tolong kepada orang yang sedang mengelilingiku.

Beberapa orang langsung sigap mencari kacamataku. Aku tidak tau keadaan Aska, yang terpenting untukku saat ini kacamataku utuh. Aku merasa nyeri yang sangat dalam. Aku masih melihat beberapa orang sedang mencari kacamataku. Aku tak tahan, badanku sakit semua. Hingga aku tak tau lagi apa yang terjadi, dan aku juga tak tau bagaimana nasib kacamata pemberian dari ayahku.

Friday, June 8, 2018

Menikahlah


Bagaimana jika kita mengira akan jatuh cinta pada pemuda berjenggot dan peramai majelis ta'lim. Tapi kenyataannya kita malah jatuh cinta pada pemuda gondrong, berjenggot, dan berkumis. Yang setiap malamnya menghabiskan segelas kopi hitam untuk menemaninya dikala kantuk menyapa.

Itu yang terjadi pada diriku, hampir tiga bulan aku mengenalnya. Dan selama itu aku menyimpan rasa yang tak pernah aku rasakan ke pemuda lainnya. Aku mengenalnya di sebuah pameran karya seni. Dan salah satu karya yang dipajang adalah miliknya.

Setiap hari aku rela menunggu kabar darinya. Senyum-senyum sendiri ketika disapanya. Meski itu hanya lewat BBM, messenger, ataupun WhatsApp. Hanya sekali saja kami bertemu, disaat pameran kala itu.

Kami saling bertukar ilmu. Dia mengajariku tentang seni dan sebaliknya. Aku mengajarinya tentang masalah agama. Dia sering sekali bertanya mengenai hal agama, terutama apa hukumnya jika meninggalkan sholat.

"Aku ingin menikah Na," tulisnya dalam BBM.

"Menikahlah, kalau memang kamu sudah siap dan sudah ada calon."

"Aku takut dia tidak menerimaku, kita bagaikan langit dan bumi. Pengetahuanku tentang agama masih sangat minim."

"Cari surga bersama-sama."

"Tapi Na."

"Niatmu bagus, menghindari pacaran dengan menikah. Kenapa harus takut. Ada Allah kok."

"Aku akan melamarnya besok, insya Allah kalau tidak ada halangan."

"Dia siapa Wan?"

"Dia yang mengajariku mengaji dan mengajariku tentang agama Islam Na,"

"Aku mengenalnya?"

"Kamu sangat mengenalnya Na."

"Titip salam untuknya Wan."

Dua jam BBMku cuman di readnya. Tidak ada respon.

------------

"Tiiinggg" bunyi messenger.

"Nania, dapat salam," sapa Wawan dalam messenger.

"Dari?"

"Dari seseorang."

"Wa'alaikumsalam," jawabku.

"Nania, apakah kamu mencintai seseorang?"

"Iya,"

"Apakah aku mengenalnya?"

"Bisa jadi."

"Apakah salah jika aku mendahuluinya?"

"Maksudnya?"

"Mendahuluinya untuk melamarmu, besok kedua orang tuaku akan bertamu ke rumahmu. Apapun jawabanmu besok, insya Allah aku siap."

"Menikahlah Wan. Karna agama menganjurkan untuk menikah, bukan berpacaran."

Sunday, June 3, 2018

Ayat-Ayat Cinta 3

Ayat-Ayat Cinta 3
-Dian Al Qomariyah-

"Bangun sayang?" Ucap Fahri membelai rambut Aisyah.

Aisyahpun terbangun, matanya berbinar melihat sosok laki-laki yang ada di depannya. Dia tersenyum lantas mengecup kening suaminya. Malam itu mereka menunaikan sholat tahajud bersama. Lantas menjadikan kisah cinta mereka di jalan Allah.

Umar semakin lama semakin besar, usianya kini menginjak 10 tahun. Setelah sekian lama akhirnya Aisyah hamil lagi. Hamil anak kedua dari pernikahannya dengan Fahri. Anak pertama mereka keguguran saat berada di Palestina. Maka dari itu mereka sangat menjaga kehamilannya yang kedua.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Umar dinyatakan lulus terbaik di high school Endiburgh. Sesuai nazarnya, dia ingin melanjutkan kuliah di UNDIP salah satu universitas terbaik di Indonesia. Umar sangat menginginkan belajar di tanah kelahiran ayahnya.

Di Semarang Umar tinggal bersama dengan Fatimah, adik dari ayahnya. Sedangkan Ayah, Bunda, serta adiknya yang masih berusia 3 tahun masih tetap tinggal di Endiburgh.

Presentasi kali ini membahas tentang masalah yang ada pada mahasiswa, yang di sajikan oleh Umar bin Fahri. Umar menjelaskan dengan seksama dan rinci. Saat sesi tanya jawab, ada salah satu mahasiswa yang bertanya mengenai masalah mahasiswa yang berstatus sudah menikah.

Semua mahasiswa dan dosen menatap Umar dengan penuh keseriusan.

"Ijinkan saya menjawab," ucap mahasiswi kepada moderator.

"Silahkan."

"Saya Dian, ijinkan saya menjawab pertanyaan tadi. Menikah merupakan sebagian penyempurnaan agama, jadi jika ada mahasiswa dan mahasiswi yang siap untuk menikah dan mereka menundanya itu malah tidak dianjurkan karena beresiko untuk melakukan hal yang mendekati zina. Menikahlah, toh pihak kampus tidak melarang mahasiswanya berstatus menikah," Jelasnya panjang lebar.

Umar terpesona dengan penjelasannya. Dia juga terpesona dengan teduhnya wajah wanita itu. Pakaiannya tidak mencolok, hanya rok panjang hitam dan baju batik serta jilbab yang menutupi dadanya, tidak lebar dan tidak pendek. Matanya bersinar. Saat menjelaskan beberapa kali mata mereka beradu, membuat hati Umar mendesir.

Presentasi kali ini sangat responsif, banyak hal yang ditanyakan. Tidak membosankan seperti presentasi sebelumnya. Mungkin tema juga mempengaruhi.

Sudah empat kali pertemuan, baru kali ini Umar melihat wanita itu. Saat di perpustakaan tak sengaja mereka bertemu.

"Umar," ucap Umar saat duduk di dekatnya.

"Dian," jawabnya tersenyum lantas kembali pada buku yang dibacanya.

"Kamu jarang masuk?"

"Oh iya, saya hanya masuk beberapa kali, dan itupun saya kurang aktif di dalam kelas."

"Dian, bisa ajak aku keliling Semarang? Aku baru disini."

"Oh, saya tau itu Umar. Kamu lulusan terbaik di luar negeri. Tapi aneh sekali, kamu malah kuliah di sini. Apa hebatnya di sini?"

"Setiap orang mempunyai keinginan tersendiri. Tidak terkecuali aku!"

Hampir sebulan Dian menjadi tourgaid Umar di Semarang, biasanya seuisai jam kuliah mereka jalan mengelilingi kota Semarang menggunakan angkutan umum atau bis BRT. Rasa itu semakin kuat, Umar benar-benar telah jatuh cinta pada wanita sederhana itu.

"Dian," ucap Umar saat berjalan mengelilingi bangunan tua Lawang Sewu.

"Iya," jawab Dian tanpa menoleh ke Umar.

"Jika semester depan aku melamarmu, apakah kamu bersedia?"

Jantung Dian hampir berhenti berdetak, mulutnya tiba-tiba kelu. Ada rasa yang tak biasa merasuk ke dalam hatinya. Berkali-kali ia istighfar dalam hati.

"Kenapa diam?"

"Pernikahan bukan hal yang main-main Umar, ada hal banyak lagi yang harus dipikirkan."

"Aku sudah istikharah, dan aku mantab. Sesuai penjelasan kamu waktu presentasi beberapa bulan lalu."

"Izinkan aku berfikir dan istikharah dulu. Insyaallah minggu depan aku beri jawabannya."

-Dian Alima

Wednesday, March 21, 2018

Malam Hangat

Kalau diibaratkan, seperti jalan retak yang belum diperbaiki. Obrolan malam ini (21/03/18) begitu sangat hangat. Hangat!!! Tidak panas dan juga tidak dingin.

ORMAWA, Organisasi Mahasiswa. Menjadi topik pembicaraan para aktivis malam ini. Seperti biasa, aku sebagai jejak mahasiswi hanya mendengarkan dan mencatat apa yang mereka diskusikan.

Yang sudah dituliskan di atas. Seperti jalan yang retak, itulah yang terjadi saat ini. Aku sendiri bingung mau menulis dan memaknai. Ah, yang aku nikmati hanya es kopi yang sedikit tawar karena esnya mencair.

"Yang penting kita solid dan kompeten. Sebenarnya banyak sekali jalan. Tapi semua itu retak. Maka dari itu kita harus membenahi," ungkap salah seorang aktivis.

Mereka membahas ini dengan semangat, sedangkan aku. Aku hanya mengamati sambil menulis tulisan ini. Apa yang didapat?

Suatu organisasi harus berjalan karena adanya kemauan manusianya, sistemnya, dan pengetahuan dari manusianya itu sendiri.

Intinya malam ini sangat hangat. :)