Bagaimana jika kita mengira akan jatuh cinta pada pemuda berjenggot dan peramai majelis ta'lim. Tapi kenyataannya kita malah jatuh cinta pada pemuda gondrong, berjenggot, dan berkumis. Yang setiap malamnya menghabiskan segelas kopi hitam untuk menemaninya dikala kantuk menyapa.
Itu yang terjadi pada diriku, hampir tiga bulan aku mengenalnya. Dan selama itu aku menyimpan rasa yang tak pernah aku rasakan ke pemuda lainnya. Aku mengenalnya di sebuah pameran karya seni. Dan salah satu karya yang dipajang adalah miliknya.
Setiap hari aku rela menunggu kabar darinya. Senyum-senyum sendiri ketika disapanya. Meski itu hanya lewat BBM, messenger, ataupun WhatsApp. Hanya sekali saja kami bertemu, disaat pameran kala itu.
Kami saling bertukar ilmu. Dia mengajariku tentang seni dan sebaliknya. Aku mengajarinya tentang masalah agama. Dia sering sekali bertanya mengenai hal agama, terutama apa hukumnya jika meninggalkan sholat.
"Aku ingin menikah Na," tulisnya dalam BBM.
"Menikahlah, kalau memang kamu sudah siap dan sudah ada calon."
"Aku takut dia tidak menerimaku, kita bagaikan langit dan bumi. Pengetahuanku tentang agama masih sangat minim."
"Cari surga bersama-sama."
"Tapi Na."
"Niatmu bagus, menghindari pacaran dengan menikah. Kenapa harus takut. Ada Allah kok."
"Aku akan melamarnya besok, insya Allah kalau tidak ada halangan."
"Dia siapa Wan?"
"Dia yang mengajariku mengaji dan mengajariku tentang agama Islam Na,"
"Aku mengenalnya?"
"Kamu sangat mengenalnya Na."
"Titip salam untuknya Wan."
Dua jam BBMku cuman di readnya. Tidak ada respon.
------------
"Tiiinggg" bunyi messenger.
"Nania, dapat salam," sapa Wawan dalam messenger.
"Dari?"
"Dari seseorang."
"Wa'alaikumsalam," jawabku.
"Nania, apakah kamu mencintai seseorang?"
"Iya,"
"Apakah aku mengenalnya?"
"Bisa jadi."
"Apakah salah jika aku mendahuluinya?"
"Maksudnya?"
"Mendahuluinya untuk melamarmu, besok kedua orang tuaku akan bertamu ke rumahmu. Apapun jawabanmu besok, insya Allah aku siap."
"Menikahlah Wan. Karna agama menganjurkan untuk menikah, bukan berpacaran."







Lanjutkan mbaaaa.. .
ReplyDelete